Adzkia Salima

Computer scientist so into politics

Server IPB down?

August 26th, 2013

Seringkali kita, sebagai sivitas akademika IPB mengalami yang namanya LMS ga bisa dibuka, lantas kita langsung berkesimpulan kalau server IPB lagi down padahal mungkin aja enggak.

Coba dulu klik ubah setelan proxy

prox

klik LAN Settings

prox

 

Hapus centangan yang dibuletin

prox

Buka lagi halaman LMS nya. Apakah sudah bisa?

Trik tersebut juga berlaku untuk semua laman *ipb.ac.id seperti tadi saya mau ganti tema blog student.ipb.ac.id ini lama beudd bahkan ga kebuka, tapi setelah saya lakukan trik di atas lancar jaya sentosa adil dan makmur.

Oh iya nantinya pas mau login ke login1.ipb.ac.id ubah lagi settingan’y ke awal yawh. Good bye

Cara bypass proxy kampus

August 26th, 2013

Sebagai anak ilkom, saya ingin posting sesuatu yang berbau ilkom karena terlalu sering bahas tentang politik. Walaupun yang seperti ini mungkin anak iseng biasa juga tau caranya haha. Oke, kali ini saya akan memberi tau cara buka web-web yang diblokir oleh proxy kampus.

Beberapa server kampus, kantor, sekolah dan fasilitas umum biasanya memblokir situs-situs seperti youtube, facebook, indowebster, twitter yang mungkin dianggap dapat membuat pengguna di wilayah itu kurang produktif. Seperti di kampus saya di IPB, pukul 7.00-18.00 (kalau ga salah) akses untuk membuka youtube, download gede-gedean ditolak. Padahal terkadang, kita butuh untuk mengaksesnya seperti melihat tutorial di youtube. Terdengar modus memang, tapi intinya gunakan trik ini sewajarnya ya, karena peraturan dibuat pasti ada maksudnya.

Pada dasarnya, komputer Anda di sekolah atau tempat kerja yang menghubungkan ke situs yang tidak diblokir oleh sekolah atau tempat kerja. Kemudian, Anda menggunakan server proxy tersebut untuk menyambung kembali ke situs tujuan yang diblokir tadi. Mengapa dan bagaimana ini ini bisa dilakukan? Server proxy sekolah atau tempat kerja hanya dapat mendeteksi bahwa komputer anda terhubung ke situs web pertama yang tidak di blokir (dalam hal ini situs proxy server). Dia tidak tahu bahwa Anda “meminta tolong” pada situs pertama tadi untuk menghubungkan ke situs Web kedua yang diblokir.

Sekarang kita coba minta tolong ke http://hidemyass.com/

hidemyass

Paste url yang mau kita kunjungi ke kolom yang disediakan lalu klik hide my ass.

 

 

prox

Voila.. sukses lah kita buka youtube jam 12.34 siang pake internet IPB…

 

 

 

Muslimah dalam Balutan Kapitalisme

November 10th, 2012

Muslimah yang sholihah adalah perhiasan dunia.  Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.” (HR. Ahmad).

Muslimah sholihah, adalah muslimah yang taat kepada Allah, melaksanakan perintahnya serta  menjauhi larangannya. Betapa sedihnya muslimah,  pada sistem kapitalisme ini, hanya dianggap sebagai objek. Iklan-iklan menampilkan wanita cantik agar produknya laku atau agar iklan mereka eye-catching. Sales promotion girl yang rela menjual aurat di mall-mall, exhibition, bahkan di jalan raya. Nilai mereka hanya sebatas fisik berupa kecantikan dan kemolekan tubuh.

Hijab Hunt 2012: Ketika hijab dijadikan alibi eksploitasi wanita.

Kapitalisme yang menjunjung tinggi liberalisme alias kebebasan individu juga telah merusak tatanan kemasyarakatan. Pergaulan bebas meningkatkan angka aborsi, merusak organ reproduksi perempuan, membunuh jiwa yang tidak berdosa.

Bayi yang diaborsi

Human traficking, yang menjual perempuan layaknya barang dagangan, merebak tak terkendali. Ada juga perempuan yang menjual diri sendiri karena himpitan ekonomi.

 

Penjaminan Kebebasan Individu: PSK bukan dilarang malah dilberi tempat (lokalisasi)

 

Adapun kita lihat sekarang, perempuan didorong untuk lebih mandiri. Program dan ide-ide pemberdayaan perempuan bak virus yang menyebar mengikuti deret ukur geometri. Demi mengkover keuangan keluarga atau hanya sekedar naluri ingin mempertahankan eksistensi, perempuan itu meninggalkan anak dan keluaraganya di rumah, melupakan pekerjaan utamanya yaitu sebagai ibu dan manajer rumah tangga. Kasus broken home pun banyak muncul. Dari tahun 2009-2011 tingkat perceraian terus meningkat, 90% yang menggugat cerai adalah istri, Faktor perceraian yang paling dominan adalah hubungan pasutri yang tidak harmonis sekitar 33 persen, di bawahnya 10%  tanggung jawab yang kurang dari pihak suami. Sedangkan untuk masalah ekonomi, selingkuh, ada WIL (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain) angkanya kecil.(kompas.com)

Mayat Keken Nurjana : ditemukan di tempat sampah di kota Abha, Arab Saudi

Belum lagi kasus TKW yang babak belur di negeri orang. Mereka pahwalan devisa katanya. Padahal pemerintah sedang dhzolim dengan menjadikan rakyatnya sendiri sebagai tumbal devisa. Pemerintah lepas tanggung jawab. Bandingkan dengan seorang muslimah pada masa kehilafahan. Pada 833 Masehi, Khalifah al-Mu’tasim Billah mendengar seorang perempuan memanggilnya. Wanita itu disingkap auratnya oleh orang Yahudi di Pasar. Langsung pada saat itu juga Khalifah mengerahkan pasukan yang panjangnya dari  gerbang istana khalifah di kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki). Begitu besarnya peran pemerintah saat itu dalam menjaga kehormatan seorang warga negara wanita, muslimah maupun yang bukan muslimah dan bahkan budak sekalipun.

Percayalah, kondisi nyata, Kedhzoliman yang dialami perempuan yang telah digambarkan tadi tak akan berakhir jika kita masih berharap pada sistem sekuler seperti saat ini. Sistem dimana uang dan materi menjadi tuhan, dan hukum rimba menjadi sandaran. Sementara, sistem Islam, jelas terbukti melahirkan peradaban agung. Memuliakan setiap manusia, bukan hanya muslim, ingat bukan hanya muslim. Islam, aturan kehidupanyang sempurna yang diturunkan oleh Allah SWT. Pertanyaannya, mengapa kita belum mengambil aturan Islam dan malah bangga hidup dengan aturan buatan manusia layaknya saat ini? Saudariku, cukuplah firman Allah SWT yang menjadi pengingat bagi kita:

 

“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (TQS. Al Maaidah:44)

Cara Melihat Spesifikasi Komputer dan Kustomisasi pada Windows 7

March 9th, 2012

Cara melihat spesifikasi di komputer:

Klik Start -> klik kanan pada my computer-> properties


Inilah spesifikasinya:

 

Adapun cara lainnya adalah:
Klik START Pada TaskBar kamu
Klik RUN
Masukkan code dxdiag
Untuk Mengetahui Tentang Processor , Memory RAM , Directx Pada TAB ‘System’
Sedangkan untuk mengetahui VGA pilih TAB ‘Display’

 

Cara kustomisasi:
Sangat simple, tinggal klik START lalu ke control panel
Lalu muncul:

Untuk kustomisasi hardware

Untuk kustomisasi pirnter

yang lainnya tinggal klik coba-coba aja dah hehe..

ADA CINTA DI ASRAMA

October 16th, 2011

Sudah jalan beberapa bulan maba (mahasiswa baru) IPB angkatan 48 bersama-sama di asrama. Banyak cerita, pengalaman, suka, duka, yang telah dijalani bersama. Homesick, kangen keluarga nun jauh di sana, rebutan kamar mandi, galau nyari sinyal hp, belajar bareng. Semuanya ditempuh bersama dalam rangka bertahan hidup, memperjuangkan nama baik diri, keluarga, nusa dan bangsa, serta demi mempertahankan eksistensi di muka bumi (lebay).

Ngobrol atau curhat ke teman pun menjadi salah satu aktivitas wajib bagi civitas akademika baru tersebut. Menurut pengamatan, obrolan di astri (asrama putri) itu, 10% itu tentang akivitas kamar/lorong/gedung, 10% ngomongin kuliah, PR, dll, 10% cerita hantu atau yang serem-serem seputar asrama dan sebanyak 70% penghuni astri biasanya suka ngomongin ekhem-ekhem (cowo ganteng, gebetan, pacar dll), atau suka juga ngomongin temen sekelas.

Obrolan tersebut masih dapat dikatagorikan dalam taraf wajar dan tidak menyimpang atau bahasa sosiologi umumnya deviasi. Mengapa?

Wajarkan kalau seorang gadis menyukai seorang pria atau sebaliknya?

Wajar juga kalau ada perasaan cenat cenut menghampiri tiap melihat seseorang yang memikat hati.

Tapi kawan, ada suatu fenomena yang sebenarnya luar biasa namun dianggap biasa di sini. Di lobi asrama sering terlihat sepasang insan memadu kasih. Walaupun tidak mengakuinya dan berkata bahwa mereka belajar bersama, tapi tetap saja orang normal yang tidak buta dapat dengan gamblang menyatakan bahwa mereka sedang melakukan aktivitas yang lebih dari itu.

Ada lagi yang lebih parah, pacaran di depan asrama sambil gendong-gendongan. Oh please, what in the earth happened? Untungnya mereka kuliah di Institut Pesantren Bogor di mana kontrol sosialnya masih kuat. Banyak anak asrama lain yang melihat tidak suka dan masang muka “ga tau malu amat sih tuh orang”. Walaupun ada juga yang pura-pura tidak melihat mereka yang kemungkinan besar karena ”getek” atau kegelian.

”Kok bisa-bisanya ya? Padahal kan baru aja TPB, masih di asrama yang ada pengawasan SR. Gimana kalau udah ngekost sendiri nanti?” kata salah satu orang yang melewati mereka. Memang sempat beredar berita kalau ada mahasiswa IPB yang digrebek warga di kost karena dicurigai melakukan kegiatan yang tidak pantas. Parah yah?

Mungkin itu contoh ekstrim, untuk contoh simpel yang sering kita jumpai sehari-hari adalah laki-laki dan perempuan, baik mereka merupakan kekasih ataupun bukan, boncengan di motor, bahkan ada yang perempuannya memeluk laki-laki itu bagaikan anak koala yang tidak ingin lepas dari induknya.

Memang ada apa sih dengan semua aktivitas itu?  Bukannya tadi dibilang wajar ya kalau kita suka-sukaan sama lawan jenis?

Iya wajar. Naluri itu memang ada dalam setiap diri manusia yaitu gharizah nau ’naluri memperthankan keturunan’. Namun bukan berarti naluri yang sudah ada dari sononya itu tidak bisa dikontrol. Betul adanya, bahwa setiap orang punya hormon. Terutama pada mababil (maba labil) hormon itu mungkin lagi labil-labilnya bereproduksi, makanya setiap kita melampiaskan naluri itu, hormon androgen diproduksi di kelenjar adrenalin menyebabkan timbulnya perasaan euforia ’kesenengan’, sehingga kita merasa bahagia terus. Tapi bukan berarti tanpa pemenuhan naluri itu kita tidak dapat bertahan hidup. Itu mah lagu alay ”aku tidak dapat hidup tanpa cintamu” bla bla bla. Padahal coba penyanyi itu ga dikasih makan tapi disuruh pacaran selama seminggu, tidak hidup juga pastinya dia.

Okelah, jadi apa alasan kita tidak diperbolehkan melakukan hal-hal tersebut?

Pertama, pastinya karena dosa dan dilarang agama. Allah SWT berfirman:

 

]وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً سورة الإسراء [ (سورة الإسراء 32)

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Q. S. Al Isra 32)

Yang dimaksud dengan mendekati zina adalah segala kegiatan yang memancing syahwat sehingga memungkinkan seseorang untuk terjerumus ke zina.

Tapi kalau pacaran yang biasa-biasa aja gimana?

Sesungguhnya perlu ada pendefinisian khusus untuk pacaran yang biasa-biasa aja, tapi yang namanya pacaran itu pasti banyak aktivitas yang menjurus lah ya, sepertinya misalnya jalan-jalan berduaan, itu kan haram dan berdosa.

Kedua, Kalau udah kebablasan dan sampai hamil, siapa yang berani tanggung jawab? Tingkat aborsi terus meningkat tiap tahunnya seiring dengan meningkatnya seks bebas.

Ketiga, Mahasiswa adalah agen perubahan. Masa depan dunia ada di tangan kita. Mahasiswa harusnya bisa menjadi rolemodel ’panutan’ bagi masyarakat, bukan malah digrebek  atau diomongin masyarakat. Jadi, tindakan preventif harus sudah dilakukan sedari dini.

Nah sekarang, bagaimana tindakan preventif yang harus dilakukan?

Pertama adalah menjaga pandangan. Sebenarnya ghadul bashar ’menundukkan pandangan itu wajib loh. Buan berarti sepanjang jalan kalo ngeliat lawan jenis harus nunduk, tapi kalo pas liat lawan jenis yang menarik hati jangan dipelototin terus, alihkanlah pandangan anda!

Kedua adalah selalu ingat Allah.

Ketiga adalah menikah. Ya, menikah. Daripada menimbulkan fitnah dan menjerumuskan kepada zina, lebih baik langsung nikah saja. Apa? Belum siap? Makanya siapa suruh melakukan hal-hal tersebut. Kalau berani bertindak berani bertanggung jawab juga dong. Oke segitu aja, see ya goodbye.

 

Pancasila as a National Ideology: Is That Something Equitable?

October 8th, 2011

I found something interesting in colloquium civil ed. class on the previous week. This came up from my friend’s group. They brought out ‘Sosialisasi Pancasila sebagai Ideologi Negara pada Generasi Muda’ or in English: ‘Pancasila socialization as a national ideology on Youth’. As the colloquium going I kept discussing about this matter with my friend, Rizka, (she wants me to mention her wkwk)

(that’s me wearing pink hijab and rizka wore the purple one)

I never really think this matter could be that astonishing, since we had been studied it from we were in junior high school and…. lets be true to yourself guys… we fall asleep in class and… for me, personally, I’d rather study physics, math, chemistry than civil education.

Something is really wrong with this subject. Every exam, what I did was just ‘ngapal mati’ from the book and then a little ‘ngegombal’ in exam paper. It worked anyway! I always ended up getting a good score.

In previous colloquium, the presenter said that to increase the youth’s patriotism to local product, there should be more civil education on school or mass media or everywhere. Hmm… if we just stop for a minute and think… how many years we spent studying PKN (civil ed.)? What we got?

Our nationalism, patriotism, chauvinism feeling (if you have it), where those come from? From PKN? No! I’m not trying to judge but I think those feeling came up only when se saw Taufik Hidayat playing bulu tangkis, Timnas Indonesia VS Malaysia. When Malaysia stole our batik, reog, angklung, island, we were exclaiming out loud like crazy, but when there was no such a threat we were indifferent. We can conclude that’s not a right feeling. Malaysian and Indonesia have the same ancestor. We are brother and sister. Every muslim (if u are) are brother and sister. So, don’t let anyone make indo-malay like irak-iran. Civil war. How uncool!

Okay, back to the main topic. The thing that really made me wonderstruck today was: from their paper, I read:

Mengutip survey yang dilakukan aktivis gerakan nasionalis pada 2006, sebanyak 80% mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Sebanyak 15,5% respoden memilih aliran sosialisme dengan berbagai varian sebagai acauan hidup. Dan hanya 4,5% saja yang masih memandang Pancasila sebagai pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Translate: Survey taken from Nationalist activist on 2006, 80% university student choose Islamic Sharia as a life prespective in governmental activity, 15,5% choose socialism with various life reference. And only 4,5% respondent who still consider Pancasila as a life prespactive in governmental activity.

How cool!

Well, first of all, I would like to see it objectively. University student, like all of us know, is an agent of change, young intellectual open minded, think penetrate like they can see through the future. They are also very critical. No wonder why they are no more choosing Pancasila as national ideology. They saw, they examine, they observe: 66 years since Indonesia was independent, get the sovereign power, with Pancasila… are we truly independent? We are a rich country but most of our natural resources are possessed by foreign private company. Our people are poor. Like a mice in rice shed. That’s the proof how Pancasila couldn’t even make us survive.

Now, subjectively, if I were one of the respondents I could distinctly say I choose Islamic sharia. Why? Because, first, of course my religion is islam. In al-quran we are urged to move into islam completely. What does that mean? Islam is a comprehensive religion. Islam is not only about sholat, zakat, fasting, hajj, marriage etc. Islam regulate all of our activity like how to interact with friends, the older, opposite sex, and even islam regulate political activity because some regulation in islam could not be managed if it is not deal in government level.

The question from my friend (Rizka): Indonesia is a multi religion country. There are Christian, Buddhist, Hind, etc. They are citizen too. So, how sharia could fit them?

Very true. Indonesians are so various. When Islamic sharia was established in the form of khilafah islamiyah centuries ago, the people are various too. Christian, Buddhist, Hind, Jews, communist, etc lived happily under chilaphate system. They were free to accomplish their faith, do their worship to their God, they are even prosperous with Islamic economic system, and feel save with Islamic law. Islam is for all. And CMIIW (correct me if I’m wrong), islam is the only religion that is also an ideology that very comprehensive.

Talking about the Pancasila itself, everyone think it’s a perfect ideology, isn’t it? I agree about that. There is nothing wrong with every word and every sila in Pancasila. But too bad, it’s inadequate and restricted as only a philosophy.

Inapplicable!

We know Pancasila is our nation’s ideology but what about or economic system?

Do we use Pancasila as our economic system?

No! We use capitalism or nowadays it’s also known as neo-liberalism.

Do we use Pancasila as our social system?

No! We (hmm… I’m not included actually, the people in general) use liberalism ‘the power of individualism freedom’.

That’s why Pancasila, how perfect it is, could never save Indonesia, the people need something revolutionary. All of us already fatigued with the system nowadays. So, why should we keep something that handcuffs us?

You may say: Pancasila is a must value ‘harga mati’. Remember that Pancasila is human-made and human can sometime make a wrong.

I get so many people say, why Indonesia hardly progress and advanced is not because of Pancasila ideology. Pancasila is not wrong, the people are. Indonesians never internalize, perceive, and accomplish Pancasila.

My question is, How could those 274-million-people-times-the rate-of-mortality-times-66 years-since-1945-in-Indonesia, kept making the same mistake? The only reason that I can consider is the Pancasila itself is something that hardly internalized, perceived, and accomplished because it is inapplicable.

That’s a glimpse of my idea, if you agree Alhamdulillah, if you disagree, feel free to comment. Thank you.

Hello world!

September 30th, 2011

It’s my first post… and… I guess it’s pretty cool to have a blog that hosting by your university because I feel belong to it. hehehehe.. so yeah, I don’t really know what’s this blog for, but someone told me it will be used at ‘Pengantar Ilmu Pertanian’ subject. I think it’s okay to post another thing here right? 😀

good bye… see ya on the next post!

Adzkia Salima

Computer scientist so into politics